Sepenggal Kisah dan Pengalaman Blogger Pemula di Tahun 2018

The drawing by Benjamin Schwartz

Terima kasih telah berkunjung. Selamat datang di blog ini.

Mungkin beberapa pembaca ada yang telah mengenal saya sebelumnya, dan bertanya dalam hati.
"Lho kok blog ini berubah?"

Benar sekali, blog saya sebelumnya dengan domain www.leorulino.com telah berubah menjadi www.healthdaily.id.

Bagi pembaca baru yang belum mengenal saya, dan belum pernah membaca tulisan di blog saya sebelumnya. 

Perkenalkan...

"Nama saya Leo Rulino, dan saya adalah seorang Dosen Ilmu Keperawatan."

Pada 2015, saya mulai menulis blog, bertepatan dengan kesempatan saya melanjutkan studi S2.

Intensi awalnya adalah karena saya ingin menuliskan, serta membagikan apa yang telah saya pelajari, baik di bangku kuliah, maupun apa yang telah saya alami didalam pekerjaan saya sebagai seorang Dosen, dan aktivis Keperawatan.

Dengan menuliskan apa yang saya ketahui, maka saya bisa memahaminya dengan lebih baik.
"saya mendengar maka saya lupa, saya melihat maka saya ingat, saya melakukan maka saya paham" - Konfusius
Dua tahun saya menulis di blog dengan nama domain <bruderleo.blogspot.com> pada 2017, saya mengganti nama domain menjadi www.leorulino.com

Setelah saya mengganti nama domain yang tadinya blogspot menjadi nama domain TLD (Top Level Domain), traffic blog saya semakin meningkat. Sampai akhirnya berhasil bekerja sama dengan Google Adsense untuk menampilkan iklan di blog saya. 

Lalu mengapa saya memutuskan untuk mengubah nama domain saya? Padahal sudah terindeks google, bing, alexa, bahkan sudah ada pendapatan dari iklan, meskipun memang tidak besar. 

Jawabannya hanya dua, yaitu: pertama, saya mengalami perubahan minat; kedua, perubahan minat tersebut berpotensi merubah niche blog yang saya kelola.

Minat Penulis Sangat Penting dalam Membuat Blog yang Berkualitas

Aturan pertama dalam memulai blog adalah: "tulislah apa yang menjadi minat anda."

Jika saya tidak begitu mengerti sepakbola, maka tidak mungkin saya bisa menuliskan konten yang "berkualitas" tentang sepakbola.

Saya baru bisa menuliskan konten yang berkualitas apabila saya memang penggemar sepakbola sejati. Saya mampu menganalisa pertandingan, tahu segala hal tentang sejarah, aturan main, bahkan mungkin sampai kepada skandal-skandal pemainnya.  

Jika saya tidak mengerti atau hanya setengah minat saja, maka konten yang saya tulis pastilah tidak akan disukai oleh pembaca. Meskipun blog sepakbola umumnya mengundang banyak pembaca.

Seperti yang telah saya kemukakan sebelumnya. Saya adalah seorang Dosen Ilmu Keperawatan. Maka konten blog yang saya tulis adalah tema atau topik seputar kesehatan dan keperawatan, karena selain itu minat saya, juga sekaligus bidang keahlian saya.

Bukan berarti saya paham sekali tentang topik itu. Bukan... 
Tapi setidaknya saya lebih menguasai topik itu, dibanding topik lain. 

Dengan menguasai topik atau tema. Saya bisa menuliskan sesuatu yang "berkualitas" dan artikel yang berkualitas akan mengundang orang untuk membaca artikel tersebut. 

Sebagai contoh, artikel saya yang berjudul Bagaimana Cara Membuka Praktik Keperawatan Mandiri telah dibaca lebih dari 32 ribu kali. 

Memang jumlah itu dalam waktu 3 tahun, tapi masih lebih baik dibandingkan dengan hanya dibaca 408 kali dalam waktu 3 tahun seperti artikel Naskah Kode Etik Keperawatan ini.

Apa perbedaan dari kedua artikel tersebut? Mengapa perbandingannya jauh sekali? Padahal ditulis pada periode yang sama.

Artikel pertama, saya tulis dengan penuh minat. Saat itu saya sedang mood-mood-nya menulis. Hanya bermodalkan satu sumber, yaitu "Undang-undang Keperawatan," saya bisa menganalisa dan mengambil intisari dari sumber tersebut, dan saya hanya menuliskan apa yang orang-orang ingin ketahui saja. 

Sedangkan Artikel kedua saya tulis dengan intensi mengisi postingan blog agar tidak kosong saja. Jadi saya hanya menyalin naskah kode etik yang memang sudah ada dan hanya satu-satunya di Indonesia, kemudian di paste-kan kedalam postingan blog saya.  

Jadi, minat itu sangat penting jika kita ingin blog yang berkualitas.

Minat Juga Berbanding Lurus dengan Niche Blog Kita

Niche adalah identitas blog yang kita kelola. Jika blog kita berisi topik-topik sepakbola, maka niche blog kita adalah sepakbola, apabila blog yang ditulis berisi panduan blogging, maka niche blognya adalah blogging. 

Namun bila kita menulis blog gado-gado, contohnya, hari ini postingan tentang sepakbola, besoknya panduan blogging, besoknya lagi resep makanan. Maka blog kita tidak memiliki niche yang jelas.

Niche sangat berpengaruh terhadap peringkat blog di index google atau alexa rank, juga berpengaruh pada SEO (search engine optimization).

Sebagian besar 12 blog terbaik di Indonesia memiliki juga niche yang jelas, contohnya omkicau.com dengan niche hobi burungnya, iwanbanaran.com dengan niche otomotif, atau blogdokter.net dengan niche kesehatan. 

Dengan membuat blog yang berisikan satu tema atau topik, maka blog tersebut berisi niche yang jelas, konten yang lebih berkualitas dan kepuasan pembaca yang lebih baik.

***

Saya telah mengalami perubahan minat. Pada tahun 2018 ini, saya mengambil S1 Ilmu Hukum, di Universitas Jakarta. Bidang ilmu yang belum pernah saya ketahui sebelumnya dan sama sekali tidak saya kuasai. 

Saya harus menuliskan apa yang telah saya pelajari agar saya dapat memahaminya lebih dalam. 

Dengan menulis maka saya harus belajar terlebih dahulu, melakukan riset dari berbagai sumber, menganalisis, dan mensintesis sebelum mengaplikasikannya dalam bentuk tulisan. 

Judul blog yang baru ini saya namakan Humaniora, blog yang berisi tentang berbagai tulisan terkait teologi, filsafat, hukum, sejarah, filologi, linguistik, sastra, seni, psikologi, arkeologi, antropologi dan kajian budaya.

Meski demikian, tulisan dibuat seringan mungkin untuk menghibur pembaca, dengan tidak menghilangkan esensi akademis didalamnya.

Seperti kata Albert Einstein, "If you can't explain it simply, you don't undestand it well enough."

Jangan lupa ikuti dan subscribe blog ini jika anda menyukai postingan-postingan dari saya.

Your support is highly appreciated
Terima kasih.

No comments:

Post a Comment